Selasa, 04 Agustus 2015

Ahli Waris Dalam Bermusik

Bakat orangtua dan tingkah laku orang tua memang diwarisi oleh anak  musisi indonesia yang ini mewariskan kemampuan bermusik dari orangtua tersebut,mungkin karena dari kecil sudah terbiasa mendengar orangtuanya bermain musik dari kecil dan itu dapat mempengaruhi perkembangan anak tersebut dalam bermusik.

Sebut saja Barry Likumahuwa yang mewariskan kemapuan bermusik dari ayahnya yaitu legenda jazz indonesia Benny Likumahuwa dan omnya adalah penyanyi jazz terkenal indonesia zaman 80an yaitu Utha Likumahuwa 


Barry likumahuwa yang sekarang dikenal dengan permainan bassnya yang penuh dengan skill itu ternyata dulu sempat bermain drum sebelum akhirnya menjadi seperti sekarang yang bermain bass,dan sebelum membuat grup musik bernama BLP (Barry Likumahuwa Project) ia pun tercatat bermain bersama band Parkdrive dan juga Glenn Fredly.

Selain Barry Likumahuwa ada pemain bass yang juga mewarisi kemampuan bermusik dari seorang ayahnya yaitu Shadu Rasjidi yang bisa disebut ahli waris dari seorang legenda musik jazz indonesia yaitu Idang Rasjidi.


Sama seperti Barry Likumahuwa, Shadu pun membentuk band yang ia komandoi sendiri yaitu Shadu Rasjidi Band (SRB) dengan anggota Shadu pada bass, Qadra Shaku Hachi (Shaku Rasjidi) memainkan drums, Fanny Kuncoro (piano/keyboard), Ticco Laksana (Gitar), Fabion Haryo Adjie (saksofon), dan Indra Arti Dauna (trompet) dan SRB ini  pun tercatat pernah tampil di java jazz festival pada tahun 2013.

Dan kali ini tidak hanya pemain bass yang akan saya ulas, kali ini adalah ahli waris dari pemain keyboard yang sudah mendunia di dunia jazz yaitu Indra Lesmana dan anaknya yang bernama Eva Celia, bahkan kemampuan Eva Celia tidak hanya dimusik melainkan didunia peraktingan karenan mewarisi kemampuan dari ibunya yaitu Sophia Latjuba dan pada tahun 2008 ia sangat tertarik pada dunia musik dan menempuh pendidikan di salah satu kampus di Amerika Serikat.



Tidak hanya di indonesia musisi mewarisi keahlian bermusik dari orangtuanya John Coltrane dan Alice Coltrane pun mewariskan kemampuan bermusiknya ke seorang ahli warisnya yaitu Ravi Coltrane yang juga bermain saxophone 


Jika anda penasaran dengan Ravi Coltrane anda dapat langsung melihatnya di website resmi dari dia yaitu http://www.ravicoltrane.com/







Senin, 11 Mei 2015

Weather Report dalam album Heavy Weather (1977)

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang band yang eksis pada tahun 1970-1980 yang beraliran jazz fusion,free jazz dan jazz rock yang berasal dari Amerika Serikat dan dikomandoi oleh Joe Zawinul yaitu Weather Report. Banyak sekali album jazz yang ia rilis dan banyak pula pergantian pemain pada band ini maka saya akan membahas album yang sangat saya sukai,album ini dinamakan Heavy Weather.

Pada album Heavy Weather ini saya sangat mengagumi permainan bass freetless dari Jaco Pastourius yang kaya akan improvisasi dan menyatu dengan alunan synthesizer oleh Joe Zawinul sang komandan pada band ini. Personil pada album ini adalah 
A. Joe Zawinul (Keyboard)
B. Jaco Pastourius (Bass)
C. Wayne Shorter (saxophone)
D. Alex Acuna ( Drums)
E. Manolo Badrena (Percussion)
 

Birdland menjadi lagu pembuka pada album ini, Jaco Pastourius yang dikenal sebagai orang yang merevolusi permainan bass elektrik ini melakukan solo bass harmonic pada intro lagu dan kemudian dilanjutkan oleh feel in dari Alex Acuna, Joe Zawinul menjadi composer pada album ini.

Lagu kedua diberi nama A Remark You made yang berbeda dengan lagu pertama yang kental akan ciri khas mereka yaitu memainkan jazz fusion,lagu kedua pada album ini terdengar sangat lembut dan santai namun tidak serta merta membuat lagu ini menjadi membosankan.

Jaco Pastourius kembali membuat pendengar menjadi terkagum-kagum akan kelihaiannya memainkan bass fender freetless bersenar empat ini,dan menurut saya lagu Yang berjudul Teen Town ini menjadi identik dengan Jaco pastouris. Dan composer pada lagu ini ialah Jaco Pastourius sendiri dan tak heran ia sangat menonjol pada lagu ini.

Harlequin menjadi lagu terakhir pada side A kali ini, dan yang menonjol kali ini adalah Wayne Shorter karena memang ia yang menjadi composer pada lagu ini,alunan bass dari Jaco dan permaian yang rumit oleh zawinul masih tetap terdengar ditengah dominasi suara saxophone Wayne Shorter.

Lagu pembuka pada side B kali ini ialah Rumba Mama yang hanya berdurasi 1 menit dan hanya dimainkan oleh Badrena dan Acuna yang dimana Badrena menjadi composer dan memainkan timbales,congos dan vocal sedangkan Alex Acuna menjadi Co-composer yang memainkan congas dan tom-toms

Kembali Wayne Shorter menjadi composer pada track kedua side B yang diberi nama Palladium,kali ini  sangat kental akan musik jazz fusion ciri khas dari weather report dan dipadukan dengan ghost note oleh jaco dan kemampuan zawinul untuk membuat lagu ini sangat kental akan jazz.

Zawinul sebagai composer membuat lagu mellow pada track ke empat side b yang diberi nama The Juggler,pada lagu kali ini zawinul tidak memainkan keyboard saja tetapi memainkan guitar. Lagu ini tetap tidak menghilangkan unsur jazz yang ada pada diri mereka masing-masing

Jaco Paatourius menunjukan kemampuannya yang luar biasa dalam bermain bass,hal ini tertuang pada lagu Havona yang dimana ditengah-tengah lagu Jaco memainkan solo yang menjadi ciri khas ia,ghost note yang tertuang pada lagu ini menjadi sangat indah dipadukan oleh suara keyboard dari zawinul,ini adalah lagu terakhir pada album Heavy Weather.